Thursday, February 26, 2009

Ada Apa Dengan SNMPTN 2009?

Ganesha OperationHari ini, sambil baca koran Pikiran Rakyat yang beberapa hari lalu, dengan berita menganai SNMPTN 2009 yang rencananya sih akan dilangsungkan sekitar tanggl 1 juli 2009 secara serentak di Indonesia. Saya jadi ingat kurang lebih 10 tahun yang lalu (berarti saya sudah tua ya??) ketika mengikuti acara tersebut dan pada tahun pertama kelulusan dari SMAN 14 Bandung, ternyata saya belum dipercaya oleh Allah SWT untuk lulus baik di pilihan pertama maupun kedua ujian tersebut. Oh ya, sekedar informasi saja bahwa ujian masuk perguruan tinggi negeri memiliki nama yang berganti-ganti. Dulunya ujian tersebut diberi nama SIPENMARU (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru), UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri) lalu SPMB (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru) dan sekarang SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri)

Kembali ke cerita di atas, dulu tahun 99 saya memberanikan diri dengan percaya dirinya milih jurusan Akuntansi UI dan Akuntansi UNPAD. Ketika malam pengumuman tiba, rasa kantuk seperti hilang dari keseharian saya. 100% saya tidak bisa tidur menunggu hasil test UMPTN tersebut. Pas sekitar jam 3 malam, saya keluar rumah membeli koran PR dari tukang koran dadakan yang memang sengaja menjual koran PR pada event seperti ini saja. Lumayan harganya berlipat sampai 8 kali lipat harga normal koran PR pada saat itu. Padahal sih nanti pagi juga koran tersebut ada dan dijual dengan harga resmi, tapi karena rasa penasaran, jadi sengaja membeli koran edisi malam atau subuh ya
Saya buka halaman per halaman yang menampilkan kelulusan siswa yang ikut SNMPTN, saya langsung terkulai karena tidak ada nama saya disitu. Menyesal itu sudah pasti karena pada saaat ujian saya anggap belum optimal segala upaya dan pengetahuan saya. Beberapa hari sebelumnya (karena mungkin stress ya) saya sakit flu dan demam. Dan memang yang terpenting adalah saat itu saya tidak siap "Perang" dan "Peluru" senjata saya tidak pas atau tidak cukup mungkin ya.

Secara logis, untuk keberanian mengikuti ujian dengan pilihan Jurusan favorit di Jurusan IPS yaitu Akuntansi, seharusnya saya mengeluarkan segala kemampuan dan mungkin waktu belajar dan berlatih yang lebih banyak mungkin ya. Karena, pada saat itu benyak teman-teman di kelas yang juga milih jurusan tersebut dan mereka telah menyiapkan segala kemungkinan yang akan timbul. Ada beberap orang yang mengikuti les tambahan berupa bimbingan bimbel dengan tujuan agar menjadi pribadi yang lebih cerdas, pintar dan lebih unggul, baik dari SSC, Ganesha Operation, Primagama, dll. Memang sih dari 8 orang teman2 yang milih jurusan yang sama pun tidak ada yang lolos, tapi setidaknya mereka lebih prepare dibanding saya saat itu yang salah satunya dengan mengikuti bimbel tersebut.

Kembali ke masalah materi koran yang saya baca, ternyata SNMPTN sekarang lebih ribet. Mengapa saya katakan ribet? Selain harus mengikuti tes sesuai dengan jurusan yang diambilnya, peserta tes pun mendapat materi tambahan berupa Tes Potensi Akademik atau Tes Bakat Skolastik atau biasanya para karyawan yang pernah mengikuti tes ini menyebut dengan Tes Psikotes, hanya untuk mendapatkan satu kursi di Perguruan Tinggi Pilihannya. Padahal nih ya, secara umum sistem penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri dibagi dalam beberapa kategori atau cara. Pertama, cara PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan). Perguruan tinggi yang masih memberlakukan sistem ini adalah UPI, IPB dan PTN lainnya. Kedua, dengan cara ujian masuk PTN khusus, seperti UM UGM, USM ITB, USM UNSOED, SMUP, SIMAK UI dan seterusnya. Terakhir, ya dengan cara SNMPTN seperti Universitas Indonesia, UGM, UPI, UNAIR, dll.

Menariknya dan sayangnya, prosesntase penerimaan mahasiswa barunya pun bervariasi. UGM secara mengejutkan menyebutkan bahwa porsi penerimaan mahasiswa barunya tahun 2009 sebanyak 88% dari jumlah kursi yang diperebutkan.
Tahun 1990-an, menempuh pendidikan di sebuah perguruan tinggi negeri melalui jalur Penelusuran Minat dan dan Kemampuan (PMDK) merupakan mimpi banyak orang. Saat itu, selain menawarkan sejumlah beasiswa, PMDK menjadi semacam barometer intelektual seorang mahasiswa yang di dalamnya terselip gengsi yang tinggi. Lucunya, kalau dulu PMDK yang dibuka PTN itu melalui seleksi nilai rapor SMA mulai kelas satu sampai tiga, sekarang ini PMDK bisa digunakan untuk masuk ke PTN jika calon mahasiswa tidak lulus SNMPTN (dari kompas, 6 feb 2009). Mengapa?, karena banyak mahasiswa yang tidak lolos SNMPTN ternyata memiliki kualitas yang baik (hanya kesempatan bersaingnya kurang) sehingga minat mereka kuliah di PTN masih bisa disalurkan melalui jalur PMDK.

Universitas Airlangga (Unair) menyelenggarakan PMDK ini secara mandiri. Dalam sistem ini, seluruh calon mahasiswa hanya dapat memilih program-program studi yang diselenggarakan Unair. Calon mahasiswa dapat diterima menjadi mahasiswa baru melalui PMDK-UNAIR, jika lulus ujian tulis Tes Potensi dan Prestasi Akademik Unair (TPPA Unair).
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

8 comments:

  1. Sy masih g ngerti jumlah MABA di UGM jalur SNMTPN, bisa di jelasin lagi g????

    Klo ada tes psikotesnya lbih susah untuk msk PTN g sich???

    ReplyDelete
  2. yes,
    untuk tes snmptn sekarang dibagi 3 tipe pelajaran. Hari pertama kemampuan dasar (Madas, B Ing, B Ind) dan Tes Potensi Akademik/TBS/Psikotest. Untuk hari kedua seperti biasanya adalah kemampuan IPA atau kemampuan IPs.
    Bobot untuk TPA ini sekitar 20% dari seluruh penilaian untuk masuk ke PTN

    ReplyDelete
  3. deg deg-an nih nunggu pengumuman snmptn

    ReplyDelete
  4. alhamdulillah...lulus euy...

    ReplyDelete
  5. punya kumpulan soal SNMPTN tahun 2010 tidak??
    oh, ya untuk usm itb kapan mulainya ya??

    ReplyDelete
  6. Susah banget dah,,, ane 3 kali gagal,, akhirnya masuk swasta,, hehe,,, kacian,,,

    ReplyDelete

Saya sangat menghargai Anda yang bersedia berkomentar di setiap postingan bolehngeblog