This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, December 8, 2010

Getah Pohon Pisang Bisa Suburkan Rambut

Rambut indah dan lebat menjadi impian tidak hanya kaum perempuan meski ada ungkapan rambut adalah mahkota wanita. Sebab, kenyataannya, kaum pria saat ini pun takut bila mengalami kebotakan. Jadi, begitu rambut mulai rontok, orang akan panik dan buru-buru mencari sampo atau tonik penguat rambut atau penyubur rambut. Dan kebanyakan penguat rambut yang dijual di pasaran memanfaatkan tanaman lidah buaya dan ginseng karena kedua bahan ini memang sudah dibuktikan bisa mengatasi berbagai masalah pada rambut.

Namun, selain lidah buaya, ada jenis tanaman lain yang mengandung senyawa yang sama dan bisa mencegah kerontokan serta menyuburkan rambut, yakni getah pisang. Ternyata tanaman pisang hampir sama dengan pohon kelapa, mulai buah sampai daunnya mempunyai manfaat yang tak ternilai.

Selain buahnya yang bisa dikonsumsi, daun pisangnya pun sangat bermanfaat untuk berbagai kebutuhan, khususnya olahan makanan sebagai pembungkusnya. Namun siapa yang menyangka bahwa getah pisang yang ditakutkan ibu-ibu bila terkena baju tidak akan hilang nodanya ternyata memiliki manfaat bisa mencegah kerontokan dan menyuburkan rambut.

Adalah mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung yang berhasil menemukan inovasi ini. Lima mahasiswa itu, yakni Masripah, Elsa Anindhita, Wianti Aisyah V, Imay Adiyati H, dan Yoshiko NS, berhasil menemukan kandungan bermanfaat dari getah pisang ini.

Setelah mengetahui kandungan tersebut, tim melakukan uji coba pada kelinci. Kelinci dipilih karena secara struktur bulu-bulu kelinci hampir sama dengan rambut manusia. Dari penelitian itu didapat hasil bahwa pada konsentrasi 2 persen ekstrak getah pisang efektif terhadap uji aktivitas mencegah kerontokan dan menyuburkan rambut dengan sediaan spray getah pisang.

Dalam praktik pembuatan getah pisang menjadi spray, tim lebih dulu mengumpulkan bahan. Setelah itu baru memasuki tahap pembuatan ekstrak kering getah pisang yang dilanjutkan dengan tahap formulasi spray getah pisang. Begitu selesai, baru dilakukan uji coba pada kelinci tersebut.

Kini hasil karya tim mahasiswa ini sudah dikemas dengan merek Banhair. Aroma atau bau spray getah pisang ini tidak terlalu menimbulkan bau menyengat, alami, dan warna cairan spray juga bening.

Sumber : Tribun Jabar

Pembatasan BBM

Jika tidak ada aral melintang, mulai 1 Januari 2011 pemerintah melaksanakan kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pemerintah memandang penyaluran BBM bersubsidi harus tepat sasaran dan berdaya guna. Melalui kebijakan ini, pemerintah bisa menghemat anggaran subsidi BBM sekitar Rp 10,6 triliun.

Memang hingga saat ini belum diputuskan secara final, pihak mana saja yang akan terkena kebijakan tersebut. Namun pemerintah terus menyiapkan sejumlah opsi, seraya menunggu persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Tanggal 1 Januari 2011 hampir pasti menjadi jadwal awal dimulainya kebijakan tersebut. Alasannya, sudah beberapa kali rencana itu tertunda dengan alasan ketidaksiapan masyarakat.

Kini, waktu pelaksanaan sudah semakin dekat. Jika ditunda-tunda lagi, beban anggaran semakin berat karena subsidi terus membengkak. Mau tidak mau kita harus melakukan antisipasi agar jika kebijakan tersebut sudah berlaku, dampaknya tidak terlalu berat. Sedikitnya, antisipasi itu menyangkut harga pada kebutuhan pokok dan pembebanan pada lalu lintas.

Dampak pada harga, kebijakan itu diprediksi akan mendorong kenaikan harga barang dan jasa, termasuk kebutuhan pokok, pada kisaran 7 persen-15 persen. Bahkan, harga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa naik hingga 20 persen-30 persen. Barang hasil industri pun kenaikan harganya diprediksi berada pada kisaran 7 persen-10 persen. Sementara untuk kebutuhan pokok, kenaikan harga di pasaran bisa mencapai 10 persen-15 persen.

Pemerintah tentu tidak ingin situasi menjadi buruk akibat harga-harga tak terkendali. Dalam hal ini disarankan agar pemerintah segera mengatur atau menekan pergerakan harga yang kiranya menimbulkan keguncangan di masyarakat. Bagaimanapun kenaikan harga yang tidak diimbangi dengan naiknya pendapatan masyarakat akan menjadi beban baru. Padahal, masyarakat belum bisa melepaskan diri dari merosotnya daya beli akibat inflasi.

Di bidang lalu lintas, rencana pemerintah melarang penggunaan BBM bersubsidi bagi semua kendaraan bermotor roda empat dikhawatirkan akan melambungkan jumlah sepeda motor di seluruh Indonesia yang sudah mencapai 59,4 juta unit (data per Juli 2009). Lonjakan jumlah sepeda motor tentu dapat memperparah kondisi lalu lintas, terutama di perkotaan. Apalagi perilaku pengendara sepeda motor sulit ditertibkan dan hampir 70 persen kecelakaan di jalan raya terkait sepeda motor. Tragisnya, kebanyakan korban meninggal dunia adalah penduduk yang masuk dalam kategori usia produktif dan juga kepala keluarga.

Selama periode waktu yang tersisa menjelang pemberlakuan kebijakan ini, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan segera membahasnya secara mendalam agar apa pun yang disepakati tidak menimbulkan resistansi. Tidak memberlakukan kebijakan pembatasan BBM ini adalah sulit, tetapi sesungguhnya masih ada jalan agar masyarakat tidak putus asa.

Pemerintah juga harus segera membangun transportasi massal. Sejauh ini, manajemen transportasi di negara kita tidak memberi ruang yang cukup untuk transportasi massal. Akibatnya, masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi. Padahal, jika dilakukan pembenahan secara terarah dan terukur, masyarakat bisa kembali menggunakan transportasi massal. Kebijakan memang pilihan yang di dalamnya ada konskuensi dan risiko yang harus dihadapi.

Monday, December 6, 2010

Manajemen Stres Di Tempat Kerja

Stres di tempat kerja merupakan hal yang hampir setiap hari dialami oleh para pekerja di kota besar. Masyarakat pekerja di kota-kota besar seperti Jakarta sebagian besar merupakan urbanis dan industrialis yang selalu disibukkan dengan deadline penyelesaian tugas, tuntutan peran di tempat kerja yang semakin beragam dan kadang bertentangan satu dengan yang lain, masalah keluarga, beban kerja yang berlebihan, dan masih banyak tantangan lainnya yang membuat stres menjadi suatu faktor yang hampir tidak mungkin untuk dihindari.

Stres di tempat kerja menjadi suatu persoalan yang serius bagi perusahaan karena dapat menurunkan kinerja karyawan dan perusahaan. Sebuah lembaga penelitian terhadap stres di Amerika memperkirakan bahwa stres di tempat kerja menyebabkan para pengusaha di Amerika terpaksa merugi sekitar 300 juta dollar Amerika setiap tahunnya akibat menurunnya produktivitas, serta meningkatnya ketidakhadiran, turnover, konsumsi minuman keras dan biaya pengobatan karyawan. Di Jepang, pemerintah secara berkala memantau tingkat stres yang terjadi di tempat kerja dan menemukan bahwa jumlah karyawan yang merasakan tingkat stres tinggi dalam menjalani pekerjaan sehari-hari mengalami peningkatan dari 51% di tahun 1982 menjadi hampir dua pertiga dari total populasi pekerja yang ada di tahun 2000. Pada tahun yang hampir sama yaitu sekitar tahun 2000an, lebih dari 6000 perusahaan di Inggris mengeluarkan rata-rata lebih dari 80 ribu dollar Amerika untuk membayar kerusakan yang ditimbulkan akibat stres pada karyawan. Di Indonesia sendiri, salah satu penelitian yang pernah dilakukan oleh sebuah lembaga manajemen di Jakarta pada tahun 2002 menemukan bahwa krisis ekonomi yang berkepanjangan, PHK, pemotongan gaji, dan keterpaksaan untuk bekerja pada bidang kerja yang tidak sesuai dengan keahlian yang dimiliki merupakan stressor utama pada saat itu.

Konsekuensi Yang Ditimbulkan Stres di Tempat Kerja Pada Individu Pekerja dan Organisasi.

Stres di tempat kerja dapat menimbulkan berbagai konsekuensi pada individu pekerja. Secara fisiologis, pekerja dengan tingkat stres kerja yang tinggi dapat mengalami ganguan fisik seperti: sulit tidur, perubahan pada metabolisme, hilang selera makan, perut mual, tekanan darah dan detak jantung meningkat, gangguan pernapasan, sakit kepala, telapak tangan yang berkeringat, dan gatal-gatal. Secara psikologis, timbul ketidakpuasan kerja yang diikuti dengan adanya tekanan pada emosi seperti cemas, mudah tersinggung atau mudah marah, bad mood, muram, bosan dan sikap kasar. Stres juga bisa berakibat pada perubahan perilaku pekerja, seperti: menurunnya produktivitas, tingkat kehadiran dan komitmen terhadap organisasi. Selain itu juga menghasilkan perilaku seperti merokok atau mengkonsumsi minuman keras secara berlebihan, agresivitas dalam berbicara atau bertindak, melakukan hal-hal yang mengganggu di tempat kerja, atau sering ditemukan tidur tempat kerja. Stres yang dialami secara terus-menerus dan tidak terkendali, bisa menyebabkan terjadinya burn-out yaitu kombinasi kelelahan secara fisik, psikis dan emosi.

Bagi organisasi, stres di tempat kerja dapat berakibat pada rendahnya kepuasan kerja, kurangnya komitmen terhadap organisasi, terhambatnya pembentukan emosi positif, pengambilan keputusan yang buruk, rendahnya kinerja, dan tingginya turnover. Sebagaimana telah dikemukakan di awal tulisan, stres di tempat kerja pada akhirnya bisa menyebabkan terjadinya kerugian finansial pada organisasi yang tidak sedikit jumlahnya.


Faktor Pemicu Terjadinya Stres di Tempat Kerja.
 
Ada tiga kelompok utama pemicu stres (biasa disebut stressor) di tempat kerja. Kelompok pertama adalah faktor pribadi, seperti: keluarga, ekonomi rumahtangga, dan karakteristik kepribadian. Adanya persoalan pada kehidupan pernikahan, perceraian serta anak-anak yang tidak disiplin dan sulit diatur; penghasilan yang kurang mencukupi pemenuhan kebutuhan rumahtangga dan gaya hidup; serta kepribadian yang tertutup, mudah tersinggung, perfeksionis, sangat berorientasi pada waktu dan hasil, merupakan beberapa contoh faktor pribadi yang dapat menjadi pemicu terjadinya stres di tempat kerja.

Kelompok kedua adalah faktor organisasi, seperti: pekerjaan, peran, dan dinamika hubungan atau interaksi antar karyawan.  Pekerjaan yang bersifat rutin, monoton, membutuhkan kecepatan dalam pengerjaan, dengan ruang atau lokasi kerja yang bising dan panas; tuntutan peran yang tidak jelas atau bertentangan dengan sistem nilai yang dianut; serta hubungan kerja antar rekan yang tidak cocok, apalagi bila diwarnai dengan adanya konflik mental maupun fisik, merupakan beberapa contoh faktor organisasi yang dapat menjadi pemicu terjadinya stres di tempat kerja. Selain itu juga budaya perusahaan yang sangat menekankan individualisme dan persaingan, struktur organisasi dengan kontrol dan komando yang ketat, kurangnya penguasaan terhadap teknologi yang digunakan, serta perubahan-perubahan yang terjadi secara cepat di dalam perusahaan.

Sedangkan kelompok ketiga adalah faktor lingkungan, seperti: ekonomi, politik, dan teknologi. Ketidakpastian kondisi politik, krisis ekonomi negara yang berkepanjangan, serta perkembangan teknologi yang mengancam kelangsungan kerja merupakan beberapa contoh faktor lingkungan yang dapat menjadi pemicu terjadinya stres di tempat kerja.

Strategi Menangani Stres di Tempat Kerja
Kemampuan individu dalam menangani stres di tempat kerja berbeda-beda. Dalam menghadapi stressor yang sama, misalnya deadline waktu penyelesaian suatu tugas, tingkat atau konsekuensi stres yang dialami bisa berbeda. Karyawan yang satu bereaksi terhadap stressor tersebut dengan tetap rileks dan fokus. Sedangkan rekannya terlihat panik dan tegang dalam penyelesaian tugas, serta menjadi mudah marah.

Secara individu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan karyawan untuk mengendalikan stres di tempat kerja. Cara tersebut diantaranya adalah dengan menerapkan manajemen waktu, secara rutin melakukan latihan fisik dan mental seperti olahraga dan relaksasi, serta membina jejaring sosial yang luas. Sedangkan secara organisasi, ada lima strategi yang bisa dilakukan perusahaan untuk membantu karyawan menangani stres di tempat kerja. Kelima strategi adalah: menghilangkan stressor atau pemicu stres, menjauhkan karyawan dari stressor, mengubah persepsi karyawan terhadap stressor, mengendalikan konsekuensi dari stres, dan menyediakan dukungan sosial bagi karyawan yang menghadapi stres.

Contoh praktek manajemen stres yang dilakukan perusahaan terkait dengan kelima strategi di atas adalah: konseling klinis dan personal, uraian pekerjaan yang jelas, jaminan kerja seperti asuransi dan tunjangan kesehatan, jam kerja yang fleksibel, tempat atau sarana bagi karyawan melakukan meditasi, berolahraga atau berkesenian, keterlibatan karyawan dalam proses pengambilan keputusan dan perubahan di perusahaan, serta program-program yang terkait dengan perbaikan kesehatan karyawan.

Kesimpulannya, minimal ada dua pilihan yang dapat diambil dalam menghadapi stres: to fight or flight. Melawan atau menghindar. Pekerja pemenang adalah mereka yang tidak hanya mampu melawan, tetapi juga mampu mengelola stres di tempat kerja dan menjadikannya sebagai suatu tantangan untuk hasilkan kinerja yang lebih tinggi.

Sumber : Dari berbagai sumber

Foto Bugil Debby Ayu

Sewa Ruang Kantor Jakarta murah. Agaknya, peran menantang yang tak jauh dari urusan buka paha dan buka dada, terus melekat pada aktris Debby Ayu. Dalam film terbarunya, 13 Cara Memanggil Setan yang diproduseri Ki Kusumo, ia kembali ketiban peran vulgar.

"Saya berperan sebagai Tera yang terlibat dalam kelompok remaja yang menemukan Kitab Serat Jawa Kuno. Sama seperti yang lain, dalam film besutan sutradara asal Hongkong yang sukses menggarap The Police Movie ini, saya didatangi setan saat sedang mandi," tutur Debby.

Namanya ketakutan, walau tanpa mengenakan sehelai benang pun, ia tetap saja lari terbirit-birit. Namun Debby mengaku, justru adegan inilah yang paling membuatnya tertantang. Pasalnya katanya, ia mesti benar-benar tampil telanjang bulat.