Saturday, December 26, 2009

Awas...Ada TV Digital!!!!


Sobat punya jangkrik di rumah? walaah..masa gak tau jangkrik sih...itu lho serangga lucu yang bunyinya krik..krik..Yes, jangkrik semakin populer saat ini. Berbicara mengenai jangkrik, hewan ini serkang dijadikan kata2 permulaan seorang komedian Mr. Azis ggaagap (maaf jadi gagap juga) untuk sebuah iklan pelayanan masyarakat tepatnya iklan dari Depkominfo tentang sosialisasi TV Digital di Indonesia.
Televisi digital atau DTV adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer.
Pendorong pengembangan televisi digital antara lain:
  • Perubahan lingkungan eksternal
    • Pasar televisi analog yang sudah jenuh
    • Kompetisi dengan sistem penyiaran satelit dan kabel
  • Perkembangan teknologi
    • Teknologi pemrosesan sinyal digital
    • Teknologi transmisi digital
    • Teknologi semikonduktor
    • Teknologi peralatan yang beresolusi tinggi

Sistem pemancar TV digital

Terdapat tiga standar sistem pemancar televisi digital di dunia, yaitu televisi digital (DTV) di Amerika, penyiaran video digital terestrial (DVB-T) di Eropa, dan layanan penyiaran digital terestrial terintegrasi (ISDB-T) di Jepang. Semua standar sistem pemancar sistem digital berbasiskan sistem pengkodean OFDM dengan kode suara MPEG-2 untuk ISDB-T dan DTV serta MPEG-1 untuk DVB-T.
Dibandingkan dengan DTV dan DVB-T, ISDB-T sangat fleksibel dan memiliki kelebihan terutama pada penerima dengan sistem seluler. ISDB-T terdiri dari ISDB-S untuk transmisi melalui kabel dan ISDB-S untuk tranmisi melalui satelit. ISDB-T dapat diaplikasikan pada sistem dengan lebar pita 6,7MHz dan 8MHz. Fleksibilitas ISDB-T bisa dilihat dari mode yang dipakainya, dimana mode pertama digunakan untuk aplikasi seluler televisi berdefinisi standar (SDTV), mode kedua sebagai aplikasi penerima seluler dan SDTV atau televisi berdefinisi tinggi (HDTV) beraplikasi tetap, serta mode ketiga yang khusus untuk HDTV atau SDTV bersistem penerima tetap. Semua data modulasi sistem pemancar ISDB-T dapat diatur untuk QPSK dan 16QAM atau 64QAM. Perubahan mode ini bisa diatur melalui apa yang disebut kontrol konfigurasi transmisi dan multipleks (TMCC).

Transisi TV analog ke TV digital

Transisi dari pesawat televisi analog menjadi pesawat televisi digital membutuhkan penggantian perangkat pemancar televisi dan penerima siaran televisi. Agar dapat menerima penyiaran digital, diperlukan pesawat TV digital. Namun, jika ingin tetap menggunakan pesawat televisi analog, penyiaran digital dapat ditangkap dengan alat tambahan yang disebut kotak konverter (Set Top Box). Ketika menggunakan pesawat televisi analog, sinyal penyiaran digital akan dirubah oleh kotak konverter menjadi sinyal analog. Dengan demikian pengguna pesawat televisi analog tetap dapat menikmati siaran televisi digital. Pengguna televisi analog tetap dapat menggunakan siaran analog dan secara perlahan-lahan beralih ke teknologi siaran digital tanpa terputus layanan siaran yang digunakan selama ini.
Proses transisi yang berjalan secara perlahan dapat meminimalkan risiko kerugian terutama yang dihadapi oleh operator televisi dan masyarakat. Resiko tersebut antara lain berupa informasi mengenai program siaran dan perangkat tambahan yang harus dipasang tersebut. Sebelum masyarakat mampu mengganti televisi analognya menjadi televisi digital, masyarakat menerima siaran analog dari pemancar televisi yang menyiarkan siaran televisi digital.
Bagi operator televisi, risiko kerugian berasal dari biaya membangun infrastruktur televisi digital terestrial yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan membangun infrastruktur televisi analog. Operator televisi dapat memanfaatkan infrastruktur penyiaran yang telah dibangunnya selama ini seperti studio, bangunan, sumber daya manusia, dan lain sebagainya apabila operator televisi dapat menerapkan pola kerja dengan calon penyelenggara TV digital. Penerapan pola kerja dengan calon penyelenggara digital pada akhirnya menyebabkan operator televisi tidak dihadapkan pada risiko yang berlebihan. Di kemudian hari, penyelenggara penyiaran televisi digital dapat dibedakan ke dalam dua posisi yaitu menjadi penyedia jaringan, serta penyedia isi.

(copy from wikipedia)
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

16 comments:

  1. belum kebayang bagaimana nanti prosedur perpindahan dari tv analog menuju tv digital, secara pihak TV dan penontonnya sepertinya sama2 belum siap untuk beralih ke digital. diruma-rumah warga, masih ada saja tv yg umurnya lebih dari 10 tahun, sedangkan tv, masih saja menayangkan program yg usianya puluhan tahun yg lalu.. so? mau dimulai darimana tv digitalnya?

    ReplyDelete
  2. Uda lama nie sobat ga update blog. Sekali update artikelnya panjang banget. Sip bos. Sukses selalu.

    ReplyDelete
  3. maklum copas dari wikipedia bro..trims sudah berkunjung

    ReplyDelete
  4. tak kirain ada bagi-bagi TV gratis

    ReplyDelete
  5. Kirain TV digital itu ya TV kayak jaman sekarang ini, pake tombol dan remote, nggak kayak dulu, mau nyari channel, panelnya di putar-putar dulu (jadi inget jaman tahun 1980-an) he..he..

    ReplyDelete
  6. saya juga ikut amazon affiliate mas, tapi belum ada laku gimana mas ada tips nya ga??

    ReplyDelete
  7. Buat Abian...Maksudnya gimana?? di artikel ini tidak ada tulisan tentang Amazon Affiliate...

    ReplyDelete
  8. tetap ga mudeg ama tv digital, prakteknya aja kali yah

    ReplyDelete
  9. Hhmm......kemajuan yang pesat ya :)

    ReplyDelete
  10. Boleh juga nieh TV digital, tp berapa yach hargax... :D

    ReplyDelete
  11. Assalamu alaikum...
    setahu saya saat ini sdh memproduksinya hanya LG.

    ReplyDelete
  12. @ Free font: pada awalnya sharp memenangkan tender pertama untuk penyediaan tv digital di Indonesia (maklum produk dalam negeri)..berhubung tv digital bukan inovasi dalam negeri, maka LG boleh dong menjual tv digital-nya di Indonesia karena di negara asalnya, mungkin tv digital sudah dijual di pasaran...

    ReplyDelete
  13. We can differenriate the Technical Realisation of Digital TV Transmitter Systems into four types. That are as follows : MFN / SFN networks. Transition from analog to digital. state of the art transmitter family.redundancy systems.

    ReplyDelete
  14. semakin canggih aja teknologi....salam kenal........
    check it out.. FOLLOW ME

    ReplyDelete

Saya sangat menghargai Anda yang bersedia berkomentar di setiap postingan bolehngeblog