Friday, September 30, 2011

Tips & Trik Membantu Anak Menghadapi Cyberbullying

Berbeda dengan bullying pada umumnya, cyberbullying bisa terus-menerus terjadi tanpa henti. Anak bisa mengalami bullying melalui email, situs jejaring sosial dan blog tanpa kenal waktu. Hal itu pun bisa membuat anak merasa mereka terus-menerus di-bully dan sepertinya tidak ada jalan keluar.

Biasanya, anak khawatir untuk memberitahukan orangtuanya saat mereka mengalami bullying. Hal ini pun membuat orangtua kesulitan membantu mereka saat masalah itu terjadi.

Dikutip dari Kids Health, diperkirakan 1 dari 3 anak remaja menjadi korban bullying di dunia maya. Anak-anak yang di-bully ini nantinya bisa merasakan depresi, stres dan gelisah, saat tekanan terhadap mereka semakin banyak.

Malah belum lama ini, seorang remaja pria berusia 14 tahun memilih bunuh diri setelah tidak tahan jadi korban bullying. Remaja pria bernama Jamey Rodmeyer itu mengaku bukan hanya mendapatkan bullying di sekolah karena dirinya adalah seorang gay. Jamey juga mendapatkan ejekan di situs jejaring sosial.

Tentu para orangtua tidak mau kasus serupa seperti Jamey menimpa anak Anda. Meskipun sepertinya sulit menghadapi bullying di dunia maya ini, karena pelakunya sulit dilacak, bukan berarti tidak ada jalan keluar.

Sebelum memahami apa yang harus dilakukan jika anak mendapatkan cyberbullying, orangtua perlu tahu apa saja tanda-tanda anak yang mendapatkan bullying di internet:
  • Anak tampak emosional atau stres selama atau setelah memakai internet 
  • Menjauh dari keluarga dan teman-temannya
  • Menghindari pertemuan-pertemuan di sekolah atau kelompoknya
  • Bertingkah atau marah-marah di rumah
  • Perubahan mood, tingkah laku, pola tidur dan selera makan
  • Mulai malas menggunakan komputer, laptop dan smartphone
  • Menunjukkan sikap gelisah saat mendapatkan pesan atau email
  • Menghindari pembicaraan soal aktivitasnya di dunia maya.

Kenapa anak menolak atau tidak mau memberitahukan orangtua mereka saat terkena cyberbullying? Meskipun mereka mendapatkan siksaan saat berada di dunia maya, anak khawatir jika memberitahu orangtua mereka malah tidak diberi akses untuk memakai internet. Anak juga tidak ingin kehilangan pertemanannya dengan orang-orang yang ada di internet.

Jadi untuk para orangtua jika Anda mau membantu anak menghadapi cyberbullying, yakinkan kalau Anda tidak akan menghentikan akses internet pada mereka. Hanya saja Anda harus rajin memperhatikan anak saat dia sedang berselancar di dunia maya.

Untuk pihak yang melakukan bullying, bantu anak untuk mem-block orang tersebut dari semua akun yang dia miliki. Pastikan orang tersebut tidak bisa lagi menjangkau anak Anda.

Minta anak untuk tidak merespon apapun bullying yang dia terima. Dengan merespon, justru hanya akan semakin memanaskan suasana dan membuat situasi menjadi lebih buruk.

Sebaiknya jangan hapus semua pesan, kata-kata, gambar atau apapun yang berbau ancaman pada anak Anda. Semua hal itu bisa menjadi bukti saat Anda ingin melapor ke pihak kepolisian atau orangtua anak yang melakukan bullying, jika memang diperlukan.

Dalam bereaksi terhadap kasus bullying ini, Anda sebaiknya jangan terlalu panik atau berlebihan. Sikap Anda tersebut malah dapat menyebabkan anak takut untuk mengungkapkan masalahnya. Jadilah orangtua yang membuat anak merasa aman dan nyaman untuk berbagi.
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

2 comments:

  1. ohh tipss nya gittu ya,,,..tapi kaloo anaknya udahh dewasa kayakknya biarinn ajja kann udahh gede.

    ReplyDelete

Saya sangat menghargai Anda yang bersedia berkomentar di setiap postingan bolehngeblog